PENELITIAN NILAI SISWA SISWI MTS AL-HIKMAH PANIISAN GARUT
Muhammad Ruslan
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : jurnal@sttgarut.ac.id
Abstrak - Proses pembelajaran
sekolah di Mts Al-Hikmah Garut yang sedang berjalan terdapat beberara
permasalahan yang diidentifikasi yaitu mengalami kesulitan untuk mendapatkan
informasi pembelajaran tentang nilai karena penyimpanan data masih dalam bentuk
arsip dan pembuatan laporan nilai perhari masih dilakukan secara manual, dengan
cara menulis ulang, sehingga kebutuhan informasi yang sifatnya segera untuk
pengambilan keputusan manajemen menjadi terhambat. Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk membuat penilaian menjadi mudah dan efisien
Tujuan ini nilai di sekolah di Mts Al-Hikmah Paniisan Garut sehingga dapat
memberikan peningkatan pelayanan dan pengelolaan yang lebih efektif.
Kata Kunci – Penelitian, Penilain Siswa-siswi, efektif,Efisien,permasalahan
BAB I
PENDAHULUAN
Madrasah Tsanawiyah
(Mts) Al-Hikmah Paniisan Garut didirikan pada tahun 2011 dibawah naungan
yayasan Al-hikmah yang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang
menyelenggarakan pendidikan menengah yang mengkhususkan diri di bidang
keagamaan untuk memberikan pembelajaran siswa yang taat pada agama dan bersaing
di dunia kerja, dengan membuka pesantren. Mts Al-Hikmah Paniisan Garut
mempunyai sumber dana dari iuran pembayaran sekolah, praktek, kesiswaan,
perpustakaan dan bangunan. Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al-Hikmah Garut memiliki
pegawai yang bertugas untuk mengelola atau mengolah penilaian murid yang di
dalamnya mencakup pembuatan laporan.
Tujuan dari penulisan Penelitian Tugas ini adalah untuk membuat penilain
menjadi efektif dan efisien di Mts
Al-Hikmah Paniisan Garut sehingga dapat memberikan
peningkatan pelayanan dan pengelolaan
yang lebih efektif.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Tabel Distibusi Frekuensi
Data yang diperoleh dari
suatu penelitian yang masih berupa random dapat disusun menjadi data yang
berurutan satu per satu atau berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke
dalam kelas-kelas tertentu. Tabel untuk distribusi frekuensi disebut dengan
Tabel Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi saja. Jadi, distribusi
frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau
menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Distribusi Tunggal adalah
satuan-satuan unit, urutan tiap skor, atau tiap varitas tertentu. Daftar yang
memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi kelompok atau tabel
frekuensi bergolong. Distribusi bergolong terdiri atas beberapa interval kelas
dalam penyusunannya. Selanjutnya, dari distribusi frekuensi dapat diperoleh
keterangan atau gambaran dan sistematis dari data yang diperoleh
B. Grafik Histogram
Histogram adalah grafik
yang sering digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Histogram
merupakan grafik batang dari distribusi frekuensi. Pada histogram,
batang-batangnya saling melekat atau berhimpitan. Grafik dibuat dengan cara
menarik garis dari satu titik tengah batang histogram ke titik tengah batang
histogram yang lain. Agar supaya diperoleh grafik yang tertutup harus dibuat
dua kelas baru dengan panjang kelas sama dengan frekuensi nol pada kedua
ujungnya di kiri dan kanan. Pembuatan dua kelas baru itu diperbolehkan karena
grafik histogram merupakan kurve tertutup. Pada pembuatan histogram digunakan
sistem salib sumbu. Sumbu mendatar (sumbu X) menyatakan interval kelas (batas
bawah dan batas atas masing-masing kelas) dan sumbu tegak (sumbu Y) menyatakan
frekuensi.
Langkah-langkah Membuat Histogram
a. Membuat absis dan ordinat, berbanding
seperti 10 : 7
b. Absis diberi nama
“Nilai“ dan ordinat diberi nama “Frekuensi“, atau f
c. Membuat skala pada absis dan
ordinat. Perskalaan pada absis ini tidak perlu sama perskalaan pada ordinat. Hal yang penting
adalah skala pada absis harus dapat memuat semua nilai (dan oleh karena
histogram dibuat atas dasar batas nyata, maka skala-skala pada ordinat harus
dapat memuat frekuensi tertinggi).
d. Mendirikan segiempat-segiempat pada
absis. Tinggi masing-masing segiempat harus sama dengan (sesuai dengan)
frekuensi tiap-tiap nilai variabelnya. Segiempat-segiempat ini berimpit satu
sama lain pada batas nyatanya.
Dari tabel dapat dibuat histogram sebagai
berikut.
Contoh lain, dengan data distribusi
prestasi belajar “Statitiska I” dari mahasiswa PGSD, diperoleh data sebagai
berikut.
Dari data pada tabel 1.9 , diperoleh
histogram sebagai berikut.
Dari kedua contoh tersebut, tidak terdapat
perbedaan pembuatan histogram dengan menggunakan batas nyata dengan pembuatan
histogram dengan menggunakan titik tengah. Hal yang berbeda dalam hal ini
adalah nilai-nilai yang dicantumkan pada absis, yang satu mencantumkan batas
nyata, sedangkan lainnya mencantumkan titik tengah.
C. Grafik
Poligon
Untuk membuat grafik
poligon, sebenarnya tidak ada perbedaan penting antara grafik histogram dengan
grafik poligon. Perbedaan dalam hal ini terletak hanya pada
a) Grafik histogram “lazimnya” dibuat
dengan mengunakan batas nyata, sedangkan grafik poligon selalu menggunakan
titik tengah.
b) Grafik histogram berwujud
segiempat-segiempat, sedang grafik poligon berwujud garis-garis atau kurve
(garis-garis yang sudah dilicinkan).
Grafik poligon disebut juga grafik poligon
frekuensi, dibuat dengan menghubung-hubungkan titik-titik koordinat (pertemuan titik
tengah dengan frekuensi tiap kelas) secara berturut-turut. Sebagai contoh,
dapat dibuat grafik poligon dari data pada tabel 1.9. sebelumnya.
D. Grafik
Ogive
Grafik ini disebut juga
dengan grafik frekuensi meningkat. Grafik semacam ini, tidak banyak digunakan
dibandingkan dengan kedua grafik sebelumnya (histogram dan poligon). Grafik
Ogive dapat dibuat, baik dari distribusi tunggal maupun dari distribusi
bergolong. Pembuatan Ogive dimulai dengan cara-cara seperti membuat grafik
lainnya, yaitu: (1) membuat sumbu absis dan ordinat, berbanding kira-kira
seperti satu banding tiga perempat, (2) membuat skala pada absis untuk
mencantumkan batas-batas nyata, dan skala pada ordinat untuk mencantumkan
frekuensi meningkatnya, (3) menarik garis-garis dari batas bawah di sebelah
kiri berturut-turut ke batas nyata di atasnya pada ketinggian menurut frekuensi
intervalinterval yang bersangkutan, (4) selanjutnya, disempurnakan dengan
mencantumkan keterangan yang diperlukan untuk penyajian. Hal yang perlu
diketahui bahwa grafik Ogive dibuat dengan menggunakan batas nyata dan bukan
titik tengah sebagaimana grafik poligon. Berikut ini diberikan contoh untuk
membuat grafik Ogive dari distribusi bergolong. Grafik Ogive dapat dibuat
dengan frekuensi meningkat dari atas atau dari bawah..
Grafik Ogive digunakan, apabila
ingin mengetahui “kedudukan” seseorang tentang sesuatu hal dalam kelompoknya
sendiri, bukan pola sifat atau kecakapan kelompok seluruhnya. Oleh karena itu,
banyak ditemui hasil-hasil tes bakat, tes kemampuan khusus, dan semacamnya yang
dilaporkan dalam bentuk Ogive atau grafik frekuensi meningkat. Hal ini
disebabkan karena nilai-nilai test semacam itu kerapkali digunakan untuk
mengadakan penilaian tentang kecakapan perorangan
BAB III
KERANGKA KERJA KONSEPTUAL
- Pengumpulan data
- Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat nilai siwa-siswi Mts Al-Hikmah Panisan Garut.
- Merekap Data
- Setelah data nilai tersebut terkumpul, kemudian data tersebut direkap.
- Pembuatan Tabel Distribusi Frekuensi
- Penghitungan ukuran nilai.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Data
Siswa-siswi Mts Al-Hikmah Paniisan
Data ini di ambil dari sekolah
Mts Al-hikmah Paniisan Garut Kelas VIII.
Tabel
Ini untuk menentukan nilai maksimal, nilai minimal, nilai Range, banyaknya
kelas dan interval. Dibawah ini sudah di tentukan ,
Data yang di atas ini di rekap dalam tabel.
C. Table Distribusi Frekuensi
Relatif
Tabel
ini di peroleh nilai tepi bawah, tepi atas, frekuesnsi dan frekuensi relatif.
D, Tabel Distribusi Kumulatif
Tabel
ini untuk menentukankuran dari dan lebih dari data yang di atas dan menentukan
frekuensi kumulatif nya.
Data ini untuk menetukan frekuensi dari data yang
diatas.
Dan di peroleh grafik Histogram
F.
Poligon Frekuensi
Data ini untuk menetukan Nilai tengah dari tepi bawah
dan tepi atas.
Dan
poligon grafik nya
G. Ogif
Frekuensi
Data ini menetukan kuran dari i data di atas.
Data ini menetukan lebih dari i data di atas.
BAB V KESIMPULAN/SARAN
Berdasarkan hasil analisis current system atau sistem
yang sedang berjalan, prosedur penilaian yang menjadi kekurangan dari sistem
yang sedang berjalan ialah dalamPenilaian yang tidak efektif, karena masih
menggunakan pekerjaan secara manual. Oleh karena itu dibutuhkan suatu
penelitian yang mampu membantu dalam pekerjaan sekolah.
II.
DAFTAR PUSTAKA
https://hedyansabila.wordpress.com/distribusi-frekuensi-dan-grafik-2/