Selasa, 24 Maret 2015

PENELITIAN NILAI SISWA MTS AL-HIKMAH PANIISAN GARUT


PENELITIAN NILAI SISWA SISWI MTS AL-HIKMAH PANIISAN GARUT

Muhammad Ruslan

Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : jurnal@sttgarut.ac.id


Abstrak - Proses pembelajaran sekolah di Mts Al-Hikmah Garut yang sedang berjalan terdapat beberara permasalahan yang diidentifikasi yaitu mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi pembelajaran tentang nilai karena penyimpanan data masih dalam bentuk arsip dan pembuatan laporan nilai perhari masih dilakukan secara manual, dengan cara menulis ulang, sehingga kebutuhan informasi yang sifatnya segera untuk pengambilan keputusan manajemen menjadi terhambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat penilaian menjadi mudah dan efisien
Tujuan ini nilai di sekolah di Mts Al-Hikmah Paniisan Garut sehingga dapat memberikan peningkatan pelayanan dan pengelolaan yang lebih efektif.

Kata Kunci – Penelitian, Penilain Siswa-siswi, efektif,Efisien,permasalahan













BAB I
PENDAHULUAN

Madrasah Tsanawiyah  (Mts) Al-Hikmah Paniisan Garut didirikan pada tahun 2011 dibawah naungan yayasan Al-hikmah yang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan menengah yang mengkhususkan diri di bidang keagamaan untuk memberikan pembelajaran siswa yang taat pada agama dan bersaing di dunia kerja, dengan membuka pesantren. Mts Al-Hikmah Paniisan Garut mempunyai sumber dana dari iuran pembayaran sekolah, praktek, kesiswaan, perpustakaan dan bangunan. Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al-Hikmah Garut memiliki pegawai yang bertugas untuk mengelola atau mengolah penilaian murid yang di dalamnya mencakup pembuatan laporan.
Tujuan dari penulisan Penelitian Tugas ini adalah untuk membuat penilain menjadi efektif dan efisien  di Mts Al-Hikmah Paniisan Garut sehingga dapat memberikan
peningkatan pelayanan dan pengelolaan yang lebih efektif.

BAB II
LANDASAN TEORI

A.  Tabel Distibusi Frekuensi
Data yang diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa random dapat disusun menjadi data yang berurutan satu per satu atau berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Tabel untuk distribusi frekuensi disebut dengan Tabel Distribusi Frekuensi atau Tabel Frekuensi saja. Jadi, distribusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar. Distribusi Tunggal adalah satuan-satuan unit, urutan tiap skor, atau tiap varitas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi kelompok atau tabel frekuensi bergolong. Distribusi bergolong terdiri atas beberapa interval kelas dalam penyusunannya. Selanjutnya, dari distribusi frekuensi dapat diperoleh keterangan atau gambaran dan sistematis dari data yang diperoleh
B.  Grafik Histogram
Histogram adalah grafik yang sering digunakan untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Histogram merupakan grafik batang dari distribusi frekuensi. Pada histogram, batang-batangnya saling melekat atau berhimpitan. Grafik dibuat dengan cara menarik garis dari satu titik tengah batang histogram ke titik tengah batang histogram yang lain. Agar supaya diperoleh grafik yang tertutup harus dibuat dua kelas baru dengan panjang kelas sama dengan frekuensi nol pada kedua ujungnya di kiri dan kanan. Pembuatan dua kelas baru itu diperbolehkan karena grafik histogram merupakan kurve tertutup. Pada pembuatan histogram digunakan sistem salib sumbu. Sumbu mendatar (sumbu X) menyatakan interval kelas (batas bawah dan batas atas masing-masing kelas) dan sumbu tegak (sumbu Y) menyatakan frekuensi.
Langkah-langkah Membuat Histogram
a. Membuat absis dan ordinat, berbanding seperti 10 : 7
b. Absis diberi nama “Nilai“ dan ordinat diberi nama “Frekuensi“, atau f
c.  Membuat skala pada absis dan ordinat. Perskalaan pada absis ini tidak perlu sama  perskalaan pada ordinat. Hal yang penting adalah skala pada absis harus dapat memuat semua nilai (dan oleh karena histogram dibuat atas dasar batas nyata, maka skala-skala pada ordinat harus dapat memuat frekuensi tertinggi).
d. Mendirikan segiempat-segiempat pada absis. Tinggi masing-masing segiempat harus sama dengan (sesuai dengan) frekuensi tiap-tiap nilai variabelnya. Segiempat-segiempat ini berimpit satu sama lain pada batas nyatanya.
Dari tabel dapat dibuat histogram sebagai berikut.
Contoh lain, dengan data distribusi prestasi belajar “Statitiska I” dari mahasiswa PGSD, diperoleh data sebagai berikut.
Dari data pada tabel 1.9 , diperoleh histogram sebagai berikut.
Dari kedua contoh tersebut, tidak terdapat perbedaan pembuatan histogram dengan menggunakan batas nyata dengan pembuatan histogram dengan menggunakan titik tengah. Hal yang berbeda dalam hal ini adalah nilai-nilai yang dicantumkan pada absis, yang satu mencantumkan batas nyata, sedangkan lainnya mencantumkan titik tengah.
C.  Grafik Poligon
Untuk membuat grafik poligon, sebenarnya tidak ada perbedaan penting antara grafik histogram dengan grafik poligon. Perbedaan dalam hal ini terletak hanya pada
a) Grafik histogram “lazimnya” dibuat dengan mengunakan batas nyata, sedangkan grafik poligon selalu menggunakan titik tengah.
b) Grafik histogram berwujud segiempat-segiempat, sedang grafik poligon berwujud garis-garis atau kurve (garis-garis yang sudah dilicinkan).
Grafik poligon disebut juga grafik poligon frekuensi, dibuat dengan menghubung-hubungkan titik-titik koordinat (pertemuan titik tengah dengan frekuensi tiap kelas) secara berturut-turut. Sebagai contoh, dapat dibuat grafik poligon dari data pada tabel 1.9. sebelumnya.

D.  Grafik Ogive
Grafik ini disebut juga dengan grafik frekuensi meningkat. Grafik semacam ini, tidak banyak digunakan dibandingkan dengan kedua grafik sebelumnya (histogram dan poligon). Grafik Ogive dapat dibuat, baik dari distribusi tunggal maupun dari distribusi bergolong. Pembuatan Ogive dimulai dengan cara-cara seperti membuat grafik lainnya, yaitu: (1) membuat sumbu absis dan ordinat, berbanding kira-kira seperti satu banding tiga perempat, (2) membuat skala pada absis untuk mencantumkan batas-batas nyata, dan skala pada ordinat untuk mencantumkan frekuensi meningkatnya, (3) menarik garis-garis dari batas bawah di sebelah kiri berturut-turut ke batas nyata di atasnya pada ketinggian menurut frekuensi intervalinterval yang bersangkutan, (4) selanjutnya, disempurnakan dengan mencantumkan keterangan yang diperlukan untuk penyajian. Hal yang perlu diketahui bahwa grafik Ogive dibuat dengan menggunakan batas nyata dan bukan titik tengah sebagaimana grafik poligon. Berikut ini diberikan contoh untuk membuat grafik Ogive dari distribusi bergolong. Grafik Ogive dapat dibuat dengan frekuensi meningkat dari atas atau dari bawah..

 
 Grafik Ogive digunakan, apabila ingin mengetahui “kedudukan” seseorang tentang sesuatu hal dalam kelompoknya sendiri, bukan pola sifat atau kecakapan kelompok seluruhnya. Oleh karena itu, banyak ditemui hasil-hasil tes bakat, tes kemampuan khusus, dan semacamnya yang dilaporkan dalam bentuk Ogive atau grafik frekuensi meningkat. Hal ini disebabkan karena nilai-nilai test semacam itu  kerapkali digunakan untuk mengadakan penilaian tentang kecakapan perorangan
BAB III
KERANGKA KERJA KONSEPTUAL
  1. Pengumpulan data
  2. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat nilai siwa-siswi Mts Al-Hikmah Panisan Garut.
  3. Merekap Data
  4. Setelah data nilai tersebut terkumpul, kemudian data tersebut direkap.
  5. Pembuatan Tabel Distribusi Frekuensi
  6. Penghitungan ukuran nilai.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Data Siswa-siswi Mts Al-Hikmah Paniisan
                 Data ini di ambil dari sekolah Mts Al-hikmah Paniisan Garut Kelas VIII.




 B. Tabel Distribusi Frekuensi
            Tabel Ini untuk menentukan nilai maksimal, nilai minimal, nilai Range, banyaknya kelas dan interval. Dibawah ini sudah di tentukan ,
 Data yang di atas ini di rekap dalam tabel.

                
C. Table Distribusi Frekuensi Relatif
          Tabel ini di peroleh nilai tepi bawah, tepi atas, frekuesnsi dan frekuensi relatif.
 
D, Tabel Distribusi Kumulatif
            Tabel ini untuk menentukankuran dari dan lebih dari data yang di atas dan menentukan frekuensi kumulatif nya.
 
 
 E.   Histogram Frekuensi
Data ini untuk menetukan frekuensi dari data yang diatas.


 Dan di peroleh grafik Histogram
 

 F.   Poligon Frekuensi
Data ini untuk menetukan Nilai tengah dari tepi bawah dan tepi atas.

 
 
Dan  poligon grafik nya

G.  Ogif Frekuensi
Data ini menetukan kuran dari i data di atas.



 Data ini menetukan lebih dari i data di atas.

BAB V  KESIMPULAN/SARAN
Berdasarkan hasil analisis current system atau sistem yang sedang berjalan, prosedur penilaian yang menjadi kekurangan dari sistem yang sedang berjalan ialah dalamPenilaian yang tidak efektif, karena masih menggunakan pekerjaan secara manual. Oleh karena itu dibutuhkan suatu penelitian yang mampu membantu dalam pekerjaan sekolah.


II.            DAFTAR PUSTAKA
https://hedyansabila.wordpress.com/distribusi-frekuensi-dan-grafik-2/


ljkhuahfhakehfahw