Rabu, 15 April 2015

STATISTIK DAN PROBABILITAS

PENELITIAN NILAI SISWA SISWI MTS AL-HIKMAH PANIISAN GARUT

Muhammad Ruslan

Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Email : jurnal@sttgarut.ac.id


Abstrak - Proses pembelajaran sekolah di Mts Al-Hikmah Garut yang sedang berjalan terdapat beberara permasalahan yang diidentifikasi yaitu mengalami kesulitan untuk mendapatkan informasi pembelajaran tentang nilai karena penyimpanan data masih dalam bentuk arsip dan pembuatan laporan nilai perhari masih dilakukan secara manual, dengan cara menulis ulang, sehingga kebutuhan informasi yang sifatnya segera untuk pengambilan keputusan manajemen menjadi terhambat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat penilaian menjadi mudah dan efisien
Tujuan ini nilai di sekolah di Mts Al-Hikmah Paniisan Garut sehingga dapat memberikan peningkatan pelayanan dan pengelolaan yang lebih efektif.

Kata Kunci – Penelitian, Penilain Siswa-siswi, efektif,Efisien,permasalahan


BAB I
PENDAHULUAN

Madrasah Tsanawiyah  (Mts) Al-Hikmah Paniisan Garut didirikan pada tahun 2011 dibawah naungan yayasan Al-hikmah yang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan menengah yang mengkhususkan diri di bidang keagamaan untuk memberikan pembelajaran siswa yang taat pada agama dan bersaing di dunia kerja, dengan membuka pesantren. Mts Al-Hikmah Paniisan Garut mempunyai sumber dana dari iuran pembayaran sekolah, praktek, kesiswaan, perpustakaan dan bangunan. Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al-Hikmah Garut memiliki pegawai yang bertugas untuk mengelola atau mengolah penilaian murid yang di dalamnya mencakup pembuatan laporan.
Tujuan dari penulisan Penelitian Tugas ini adalah untuk membuat penilain menjadi efektif dan efisien  di Mts Al-Hikmah Paniisan Garut sehingga dapat memberikan
peningkatan pelayanan dan pengelolaan yang lebih efektif.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Tabel Frekuensi

Tabel Frekuensi adalah tabel yang menyajikan hasil percobaan dengan seluruh kemungkinan dinyatakan dengan variabel (angka-angka) disertai dengan frekuensi dan nilai probabilitas.

2.2 Kelas
Kelas ( Class ) Pengelompokan individu atau item dari data ( Class ) yang diobservasi kedalam batas – batas nilai tertentu

2.3  Batas kelas
Bilangan – bilangan yang membatasi kelas – kelas ( class limit ) tertentu, yang memiliki 2 macam pengertian:
a. Batas Kelas / ujung kelas ( State Class Limit ) yaitu bilangan - bilangan yang tertera didalam suatu distribusi frekeuensi yang membatasi kelas – kelas tertentu yang terdiri dari :
·         Batas bawah kelas / Ujung bawah kelas (Lower State Class limit/ LCL) Adalah bilangan yang paling kecil yang membatasi kelas tertentu.
·         Batas atas kelas/Ujung atas kelas (Upper State Class limit/ UCL) Bilangan yang paling besar yang membatasi kelas tertentu.
b. Batas kelas sebenarnya / Tepi kelas ( Class Boundaries ) yaitu bilangan:
·         Batas bawah kelas sebenarnya/tepi bawah kelas ( Lower Class Boundaries / LCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas sebelumnya dengan ujung bawah kelas yang bersangkutan.
·         Batas atas kelas sebenarnya/tepi atas kelas ( Upper Class Boundaries / UCB ) Bilangan yang diperoleh dari rata-rata ujung atas kelas yang bersangkutan dengan ujung bawah kelas yang berikutnya.

2.4 Panjang kelas
Panjang kelas /Lebar kelas / Ukuran Kelas ( Class interval / Class Size ) à Ci Bilangan – bilangan yang menunjukkan panjang / lebar / ukuran dari tiap – tiap kelas yang diperoleh dengan cara mengurangkan batas bawah kelas berikutnya dengan batas kelas yang bersangkutan.

2.5 Frekuensi
Angka yang menunjukkan banyaknya data individual yang terdapat dalam satu kelas.

2.6 Nilai tengah                
Nilai tengah/ titik tengah/tanda kelas ( Midpoint / Class Mark ) adalah  bilangan – bilangan yang dapat mewakili kelas – kelas tertentu yang diperoleh dengan jalan atau cara merata – ratakan batas kelas yang bersangkutan.

2.7 Histogram
Suatu bentuk grafik distribusi frekuensi yang merupakan batang – batang yang disusun secara berderet tanpa jarak yang menggambarkan tinggi frekuensi tiap kelas

2.8 Poligon ( Polygon )
Suatu bentuk Grafik distribusi frekuensi yang merupakan garis patah – patah yang menghubungkan titik tengah histogram tiap kelasnya

BAB III
KERANGKA KERJA KONSEPTUAL
  1. Pengumpulan data
  2. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat nilai siwa-siswi Mts Al-Hikmah Panisan Garut.
  3. Merekap Data
  4. Setelah data nilai tersebut terkumpul, kemudian data tersebut direkap.
  5. Pembuatan Tabel Distribusi Frekuensi
  6. Penghitungan ukuran nilai.
  7. Penghitungan modus, median, dan mean
  8. Penghitungan ukuran letak, desil dan presenti

BAB IV
HASIL PEMBAHASAN
4.1 Data ini di ambil dari sekolah Mts Al-hikmah Paniisan Garut Kelas VIII.




B. Tabel Distribusi Frekuensi
            Tabel Ini untuk menentukan nilai maksimal, nilai minimal, nilai Range, banyaknya kelas dan interval. Dibawah ini sudah di tentukan ,

Data yang di atas ini di rekap dalam tabel.

C. Table Distribusi Frekuensi Relatif
          Tabel ini di peroleh nilai tepi bawah, tepi atas, frekuesnsi dan frekuensi relatif.

D, Tabel Distribusi Kumulatif
            Tabel ini untuk menentukankuran dari dan lebih dari data yang di atas dan menentukan frekuensi kumulatif nya.

E.   Histogram Frekuensi
Data ini untuk menetukan frekuensi dari data yang diatas.

Dan di peroleh grafik Histogram
F.   Poligon Frekuensi
Data ini untuk menetukan Nilai tengah dari tepi bawah dan tepi atas.

 Dan  poligon grafik nya
 


G.  Ogif Frekuensi
Data ini menetukan kuran dari i data di atas.

Data ini menetukan lebih dari i data di atas.

  
44.2   Penyajian Data Terpusat/Numerik



a.      Mean

Mean = jumlah nilai data pengamatan / banyaknya data anggota sampel.
Mean= 244/50 = 4.88
Jadi ukuran pusat rata-rata tunggal dari data tersebut adalah 4.88

b.              Median
Jumlah data frekuensi data sample =f =  n/2= 50/2 = 25. Maka f nya adalah 24. Dan letak medianya ada di 3.1 – 3.4
Dik :
  1. n= 50                                                               f = 24
  2. interval = 2.6 – 2.4  = 0.2                                F = 16
  3. TBMe= 3.3 + 3.4 / 2 = 3.35
Median= TBMe + (1/2n-F)/f x interval
            = 3.35 + (1/2 x 50 – 16)/ 24x0.2
            = 3.35 + (25 - 16)/4.8
            = 3.35 + 9/4.8
            = 3.35 + 1.875
            = 5.225




c.       Modus
Karena frekuensi terbanyak ada di 3.3 + 3.4, maka letak modusnya pun disanya.
d1= 24-4= 20
d2= 24-7= 17
TBMo= 3.3 + 3.4 / 2 = 3.35
  interval = 2.6 – 2.4  = 0.2                   
Modus = TBMo + d1/(d1+d2) x interval
            = 3.35 + 20/(20+17) x0.2
            = 3.35 + 20/37 x 0.2
            = 3.35 + 20/7.4
            = 3.35 + 2.70
            = 6.05
Jadi ukuran pusat modus tunggal dari data tersebut adalah 6.05

d.  Ukuran Letak
1.         Kuartil
Kuartil, membagi data menjadi seperempat bagian yang sama untuk data terurut
Diketahui
§  Kuartil 1
Letak Q1 =  ¼ x n = ¼ x 50 = 12.5
TBQ1 = 2.9+3.0/2 = 2.95
i = 0.2
F1 = 7
f1 = 4
Q1       = TBQ1 + i  [(Letak Q1-F1)/f1]
            = 2.95 + 0.2 [(12.5-7)/4]
= 29.5 + 0.2 (5.5/4)
= 29.5 + 0.2 (1.38)
= 29.5+ 0.276
= 29.78
Kuartil 2
Letak Q2 = 2/4 x n = 2/4 x 50 = 25
TBQ2 = 2.9+3.0/2 = 2.95
i = 0.2
F2= 7
f2 = 4
Q2       = TBQ2 + i  [(Letak Q2-F2)/f2]
            = 2.95+ 0.2 [(25-7)/4]
            = 2.95+ 0.2 (18/4)
            = 2.95 + 0.2 (4.5)
            = 2.95+ 0.9
            = 3.85

Kuartil 3
Letak Q3 = ¾ x n = ¾ x 50 = 37.5
TBQ3 = 3.1+3.3/2 = 3.2
i = 0.2
            F3= 31
f3 = 24
Q3       = TBQ3 + i  [(Letak Q3-F3)/f3]
            = 3.2+ 0.2 [(37.5-31)/24]
            = 3.25  0.2 (6.5/24)
            = 3.2+ 0.2 (0.27)
            = 3.2+ 0.054
            = 3.254





d.       Desil
Desil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 10 bagian yang sama. Karena desil itu membagi letaknya menjadi 10, maka untuk pembahasan kali ini hanya akan diberikan contohnya desil 1-3 saja.
Desil 1
LD1 = 1/10 x n = 1/10 x 50 = 5
TBD1 = 2.8+2.9/2 =2.85
i = 0.2
F1 = 3
f1= 2
D1       = TBD1 + i [(LD1-F)/f]
            = 3.05 + 0.2[(5-3)/2]
            = 3.05 + 0.2 (2/2)
            = 3.05 + 0.2
            = 3.25
Desil 2
LD2 = 2/10 x n = 2/10 x 50 = 10
TBD2 = 3.0+3.1/2 =3.1
i = 0.2
F2 = 3
f2= 4
D2       = TBD2 + i [(LD2-F)/f2]
            = 3.1+ 0.2 [(10-3)/4]
            = 3.1+ 0.2 (7/4)
            = 3.1+ 0.2 (1.75)
            = 3.1+ 0.35
            = 3.45


Desil 3
LD3 = 2/10 x n = 3/10 x 50 = 15
TBD3 = 3.0+3.1/2 =3.1
i = 0.2
F3 = 3
f3= 4
      D3       = TBD3 + i [(LD3-F)/f3]
= 3.1+ 0.2 [(15-3)/4]
= 3.1+ 0.2 (12/4)
= 3.1+ 0.2 (3)
= 3.1+ 0.6
= 3.7
e.                           Persentil
Persentil, sekelompok data terurut terbagi menjadi 100 bagian yang sama. Karena persentil itu membagi letaknya  dari 100, maka untuk pembahasan kali ini hanya akan diberikan contohnya persentil 1-3 saja.
Persentil 1
LP1 = 1/100 x n = 1/100 x 50 = 0.5
TBP1 = 2.3+2.4/ 2 = 2.35
i = 0.2
F1 = 0
f1= 1
P1        = TBP1 + i [(LP1-F1)/f1]
            = 2.35+ 0.2 [( 0.5-0)/1]
            = 2.35 + 0.2(0.5/1)
            = 2.35 + 0.2 (0.5)
            = 2.35 + 0.1
            = 2.45


Persentil 2
LP2 = 2/100 x n = 2/100 x 50 = 1
TBP2 = 2.6+2.7/ 2 = 2.65
i = 0.2
F2 = 1
F2= 2
P2  = TBP2 + i [(LP2-F2)/f2]
= 2.65+ 0.2[( 1-1)/2]
= 2.65 + 0.2
= 2.85
Persentil 3
LP3 = 3/100 x n = 3/100 x 50 = 1.5
TBP3 = 2.8+2.9/ 2 = 2.85
i = 0.2
F3 = 1
F3= 2
P3  = TBP3 + i [(LP3-F3)/f3]
= 2.85+ 0.2 [( 1.5-1)/2]
= 2.85+ 0.2 (0.5/2)
= 2.85+ 0.2 ( 0.25)
= 2.85 + 0.05
= 2.9








BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN/SARAN
Berdasarkan hasil analisis current system atau sistem yang sedang berjalan, prosedur penilaian yang menjadi kekurangan dari sistem yang sedang berjalan ialah dalamPenilaian yang tidak efektif, karena masih menggunakan pekerjaan secara manual. Oleh karena itu dibutuhkan suatu penelitian yang mampu membantu dalam pekerjaan sekolah.
Jadi, berdasrakan data  yang ada di sekolah dapat dihasilkan data distribusi frekuensi relative, distribusi frekuensi kumulatif, hidtogram frekuensi, polygon, dan ogif. Sedangkan berdasarkan ukuran numerik dalah sebagai berikut:
  1. Mean               = 4.88
  2. Median            =  5.23
  3. Modus             = 6.05
  4. Kuartil :
a.       Kuartil 1 = 29.78
b.      Kuartil 2 = 3.85
c.       Kuartil 3 = 3.25

  1. Desil:
a.       Desil 1 = 3.25
b.      Desil 2 = 3.45
c.       Desil 3 = 3.70

  1. Persentil:
a.       Persentil 1 =  2.45
b.      Persentil 2 = 2..85
c.       Persentil 3 = 2.90

5.1 Daftar Pustaka
                



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ljkhuahfhakehfahw